Rabu, 02 Juli 2014

"understanding of life"

pemahaman tentang kehidupan


Hidup hanya dapat dirasakan tapi sulit didefinisikan. Semua orang sangat mudah mengatakan apakah sesuatu itu hidup atau mati. Manakala seseorang melihat pohon yang dari hari ke hari bertambah tinggi, berdaun hijau, kemudian berbuah, ia dengan mudah mengetahui bahwa pohon itu hidup. Sebaliknya, manakala orang tadi melihat pohon yang kering, daunnya berguguran, tidak bertambah besar sekalipun disirami atau dipupuk, maka dengan mudah pula ia tahu bahwa pohon itu telah mati, tidak hidup lagi. Demikian halnya manusia dan hewan. Tatkala manusia dan hewan terlihat tumbuh, seluruh angota badannya berfungsi, dan dapat berkembang biak. Semua orang dengan mudah menyimpulkan manusia dan hewan yang demikian hidup bukan mati. Inilah arti hidup secara biologis.

Dalam arti hidup seperti itu , manusia dan hewan sama. Sama-sama makan, minum, bergerak, berkembang biak, menyayangi anak, dan berinteraksi satu sama lain. Lantas apa yang membedakan keduanya, dan apa sesungguhnya makna hidup bagi manusia?

Untuk menjawab pertanyaan tadi kadang terasa sulit. Diperlukan perenungan yang dalam untuk menemukannya.

Perbedaan antara manusia dengan hewan terletak pada cara bagaimana mereka memenuhi berbagai kebutuhannya. Hewan melakukan semua itu sekehendak hatinya sedangkan manusia ada yang melakukan sekehendak hatinya ada pula yang diatur oleh aturan Allah SWT Penciptanya.

Jika manusia dalam menjalani hidupnya ini hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya semata, berarti tidak ada bedanya orang tersebut dengan hewan.Demikian pula, jika seseorang menjalani hidup ini seenak perutnya, bebas tanpa aturan, memperturutkan logika dan hawa nafsunya, serta melupakan aturan Allah SWT, saat itu orang tadi tidak dapat dibedakan dengan hewan. Berkaitan dengan ini Allah SWT menegaskan melalui firman-Nya: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam itu kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai qulub tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata tetapi tidak digunakannya untuk melihat (kebenaran dan kekuasaan Allah), da mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk menddengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (TQS. Al-A’raf [7] : 179)

Ibnu Katsir ketika memaknai ayat tersebut menyatakan bahwa Allah SWT menyediakan jahannam bagi manusia yang melakukan perbuatan-perbuatan penghuni jahannam. Mereka demikian karena alat indera yang sebenarnya dijadikan oleh Allah SWT sebagai jalan datangnya hidayah tersebut tidak bermanfat bagi mereka. Sebab, mereka itu buta, tuli, dan bisu dari mengikuti petunjuk Allah SWT. Mereka yang tidak mendengarkan kebenaran (Islam), tidak mengikuti kebenaran (Islam), dan tidak mengikuti petunjuk Allah SWT laksana hewan berjalan yang alat-alat inderawinya tidak bermanfaat sedikitpun kecuali untuk perkara-perkara yang diperlukannya secara lahiriyah di dunia.

Lantas bagaimana seharusnya manusia itu berbuat, sehingga hidupnya menjadi bermakna dan berbeda dengan hewan?

Tentu tidak ada jalan lain kecuali berupaya menjadikan akal dan hati untuk memahami kebenaran,mata untuk mencari dan melihat kebenaran. Dan kebenaran itu adalah apa-apa yang datang dari Allah SWT. “Kebenaran itu adalah dari Rabb-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu” (TQS. Al-Baqarah [2] : 147). Kebenaran itu adalah apa yang terdapat di dalam Islam. ”Siapa yang menjadikan selain Islam sebagai dien agama, system hidup), niscaya ditolaklah apapun darinya dan di akhirat ia termasuk orang yang rugi” (TQS. Ali-Imran [3] : 85). Dengan kata lain, segenap potensi yang dimilikinya itu digunakn untuk memahami dan menghayati Islam untuk diterapkan dalam hidup sehari-hari.

Berkaitan dengan hal tersebut, Allah SWT menyatakan: “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia selain untuk beribadah kepadaku” (TQS. Adz-Dzariyat [51] : 56). Ibadah yang dimaksud dalam ayat tersebut yaitu, taat kepada Allah, tunduk dan patuh kepada-Nya serta terikat dengan aturan agama yang disyariatkan-Nya. Jadi, manusia itu ada di dunia ini emata-mata untuk tunduk, taat, dan patuh kepada aturan dan hukum-hukum Allah SWT dalam semua perkara : ‘aqidah, ibadah, sosial, politik, ekonomi, pendidikan, dan budaya.

life is a struggle

MЯZ@Miftarock
Orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjuangan akan melihat bahwa hidup adalah sebuah perjuangan yang harus di perjuangkan. Maka dari itu, hari hari dalam hidupnya akan dijalani dengan berjuang. Sedangkan orang yang meyakini bahwa hidup adalah tantangan, akan melihat bahwa hidup yang dijalaninya adalah tantangan yang harus di pecahkan. Dia akan menjalani kehidupannya dengan “memecahkan tantangan”. Orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjalanan akan melihat bahwa hidup adalah sebuah perjalanan panjang yang harus dicapai tujuannya. Maka dari itu dia akan menjalani kehidupannya dengan “berjalan” diatasnya.

Cara kita meyakini kehidupan akan berimbas ke pola pikir kita. Pola pikir akan mempengaruhi tindakan, dan tindakan akan menghasilkan nasib.

life is to "live"

"Hidup"
hidup adalah untuk "hidup"

Secercah Cahaya dibalik Rahasia Hidup
Perlahan namun pasti kita melalui lembaran demi lembaran takdir
Perubahan demi perubahan selalu kita alami, 
Waktu terus bergulir tanpa peduli
Kehidupan kita antara kepastian dan ketidakpastian
Antara tawa dan air mata
Antara suka dan duka 
Antara cinta dan murka
Segalanya telah kita lalui, sedang dan akan kita lalui

Dua hal yang saling bertentangan
Salah satunya akan menemani kita tuk selamanya kelak dinegri akhirat
Karenanya hendak kemana kita akan berlabuh...?!
Apakah kita akan menambatkan bahtera kita di dermaga surga
Negeri yang penuh dengan tawa kebahagiaan, 
Suka riang menuai kemenangan hakiki nan kekal abadi
Cinta dari Allah Rabb Yang senantiasa merawat kita selama ini
SUBHANALLAH, ALLAHUMMA INNA NAS_ALUKA BI WAJHIKA JANNATAL FIRDAUS

Ataukah bahtera ....

Selasa, 03 Juni 2014

mrz vs llkml


they both seem to fit into a pair, do you think?

Life is a journey

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamualaikum

Hidup adalah satu perjalanan..perjalanan yang singkat. Kalau kita sedar, memang singkat sangat. Untuk apa kita hidup? Yang pasti kita dicipta sememangnya untuk beribadah kepada Nya dan juga menjadikhalifah (pengganti) Nya di muka bumi. Agak-agak kita menjalankan tugas dengan baik tak selama ni? Tepuk dada, tanya iman masing-masing..




Dalam hidup ni..ada berbagai-bagai manusia, ada kaya, ada miskin, ada putih, ada gelap dan sebagainya. Kenapa mesti macam tu..siapa pulak yang paling tinggi martabatnya?


Allah s.w.t dah jawab dalam Al-Quran tentang perkara ni dalam Surah al-Hujurat (49 :13)




Maksudnya : Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu Dengan Yang lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang Yang lebih taqwanya di antara kamu, (bukan yang lebih keturunan atau bangsanya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha mendalam pengetahuannya (akan keadaan dan amalan kamu).


Ini lah namanya keadilan dalam Islam..bukan berkulit putih itu lagi mulia, bukan bangsa Melayu lagi tinggi martabatnya..tapi, orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Taqwa juga boleh diberi maksud sebagai takutkan Allah, takut untuk melanggar perintah Allah dan takut melakukan apa yang dilarang oleh Nya.
Allah ciptakan kita ada yang kaya, ada yang miskin..ada hikmah di sebaliknya. Dia lebih tahu kita sesuai di "bahagian" yang mana..setiap orang ada fungsinya. Tak kira dia miskin atau kaya. Contohnya la kan, mustahil setiap orang bekerja jadi doktor..mesti akan ada yang jadi guru, ada yang jadi nelayan, jadi tukang sapu sampah dan lain-lain. Setiap orang ada sumbangannya kepada orang lain..kan. 

Setiap orang akan ada jalan hidup masing-masing..Allah dah beri kita akal untuk kita bebas memilih, Allah dah tunjukkan jalan untuk kita ikut. Terpulang kepada diri masing-masing untuk buat keputusan. Kalau nak masuk syurga, ikut jalan ke syurga..jangan ikut jalan lain pulak..mesti la tak sampai kan. Maksudnya..walau siapa pun kita..kita tetap dipandang Allah jika kita ikut aturanNya. 


Kadang-kadang ada terdengar orang kata, orang miskin tu pemalas..sebab tu tak berjaya. Bagi saya, mereka bukan pemalas..kadang-kala mereka lebih bijak dan lebih rajin. Cuma yang mereka tak ada ialahpeluang. 

Contohnya : 

Kita tengok anak-anak orang yang hidup sederhana ni ramai yang bijak, tapi disebabkan kesempitan hidup..mereka tak ada duit nak sambung belajar. Akhirnya, mereka tetap dengan cara hidup yang lama..tapi, tak semestinya hidup mereka tak bahagia. Mungkin hidup mereka lebih dberkati sebab makan rezeki halal dan solat tak tinggal. Kalau orang kaya pulak..mungkin anaknya biasa je atau kurang pandai, tapi disebabkan ada duit. Dia boleh belajar sampai ke peringkat tinggi..

Ni sebagai contoh je..supaya kita tak pandang rendah kepada orang lain..tak mungkin semua orang akan dapat peluang yang sama dalam hidup. Masing-masing telah ditentukan. Apa yang penting, kita berusaha..teruskan berdoa dan iringi dengan tawakkal kepadaNya. Mohon yang terbaik daripadaNya. Dia lebih tahu apa yang terbaik untuk kita. 

Biar hidup sederhana, yang paling penting diberkati..hidup untuk memberi, hidup untuk berkongsi, hidup ini hanya pinjaman sebelum kita meneruskan perjalanan ke alam yang seterusnya ~

JUST LOVEXO :): Kumpulan Motto Hidup

JUST LOVEXO :): Kumpulan Motto Hidup: Perjalanan seribu batu bermula dari satu langkah. ( Lao Tze ) Manusia tidak merancang untuk gagal, mereka gagal untuk merancang. ( ...

God is always listening



Kadang terlintas dipikiranku,
Apa sebenarnya arti kehidupan
ini
sesungguhnya?Setiap manusia
tentunya memilki kehidupannya masing-
masing.Semuanya memiliki arti
kehidupan yang berbeda,Seperti kamu
dan aku tentu berbeda tentang
pengertian hidup.Berbeda manusia
berbeda pula arti kehidupan
seseorang dan setiap manusia juga
mempunyai jalan masing-masing
untuk hidup.hal inilah yang
menyebabkan setiap manusia
mempunyai pengertian hidup yang
berbeda.Ada
yang sadar dan ada pula yang
tidak menyadari apa sebenarnya
arti dari sebuah kehidupan yang sesungguhnya.Tidak ada
yang bisa menyangkal kalau
seseorang belum mengetahui akan
arti sebuah kehidupan yang sesungguhnya.Tentu semuanya
memerlukan proses.Dalam
proses inilah manusia mencari akan
arti dari sebuah kehidupan yang sesungguhnya.
Saat manusia menemukan arti
kehidupannya selanjutnya manusia
berpikir untuk apa arti kehidupan ini?
Begitu manusia menemukan untuk
apa arti kehidupan tersebut.berarti ia
telah menemukan jati diri yang
sesungguhnya.Terlintas
dibenakku ketika melihat seorang
kakek berjalan kaki dengan
penglihatan yang kurang sempurna
begitu semangatnya ia menggeluti
pekerjaan sebagai penjual keliling.
Rasa iba datang ketika melihat
kondisi tersebut akan tetapi
dibenakku begitu terinspirasi
akan pencarian arti dari sebuah kehidupan yang
sesungguhnya.Kemudian ada
lagi suatu cerita ketika yang
bertolak 180 derajat dari kisah
seorang kakek tadi.Seseorang yang
hidupnya berkecukupan,penuh
dengan kesenangan tiada derita
yang menghampirinya akan tetapi ia
tidak mempunyai arti kehidupan yang
sesungguhnya,Untuk apa arti
kehidupannya?Ia sendiri tidak pernah
menyadarinya.Kadang kita juga sering
kehilangan akan arti sebuah kehidupan yang
sesungguhnya.Tak sedikit pula orang
yang patah semangat,putus asa
dalam menjalani kehidupan.stress karena
tak mempunyai arah dan tujuan hidup.
Betapa pentingnya dalam diri
seseorang memahami akan arti
kehidupan yang sesungguhnya.Mungkin
diri kita akan terasa goyang saat
diterpa musibah.Kehilangan akan
sesuatu ataupun lainnya yang
menyebabkan diri terombang-ambing
dalam kehidupan.Seandainya kita
benar-benar memahami arti sebuah kehidupan
tentu kita akan benar-benar tegar
dalam menghadapi setiap gejolak
kehidupan.Sebagai manusia yang
beragama tentunya kita mempunyai
sandaran hidup akan keyakinan kita
terhadap tuhan.Kita bisa
menemukan arti kehidupan
sesungguhnya lewat agama yang
kita anut.Kita terus berpikir dan
mencari sampai pada titik yang
mempertemukan antara diri dengan
tuhan.Dengan begitu kita akan
sadar sejauh mana kita mengartikan
kehidupan ini.
Dan pada akhirnya tinggal
kita sendiri yang menyimpulkan Apa
arti kehidupan ini?Untuk Apa?Dan
Akan Dibawa Kemana Arah Kehidupan Kita Tersebut?
mungkin kita sebagai manusia akan
terus berpikir dan mencari. Maka
sempatkanlah diri anda untuk
berpikir dan terus mencari Arti
kehidupan ini.Kita boleh berbeda akan
pengertian arti kehidupan ini,tetapi kita jangan pernah sama-
sama terjerumus kedalam gejolak
kehidupan yang akan menyesatkan
diri kita sendiri. percayalah hidup ini punya tujuan, dan apapun tujuan kita raihlah dengan sungguh2 Allah Maha Tau Akan Segala sesuatu di Dunia ini.. 
Mifta_rock